Kamis, 23 Mei 2013

Kalimat Aktif


                                                                        Kalimat aktif 
Kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan atau melakukan perbuatan.
Ciri-ciri :
1. Subjeknya sebagai pelaku.
Helsa Situmorang membaca buku. (Helsa sebagai pelaku)
2. Predikatnya berawalan me- atau ber-.
3. Predikatnya tergolong kata kerja aus.
Contoh :
1. Adik membaca buku.
2. Tatang bermain bola.
3. Yuli mandi di kolam renang.
4. Wawan telah membeli buku gambar.
Kalimat Pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan.
Ciri-ciri :
1. Subjeknya sebagai penderita.
2. Predikatnya berawalan di-, ter-, atau ,ter-kan.
3. Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata
kerja yang kehilangan awalan).
Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :
1.Subjek akan menjadi Objek
2.Predikat berimbuhan me – ~ di-
3. Bila subjeknya berupa kata ganti orang pada kalimat aktif maka predikat pada kalimat aktif tidak menggunakan awalan di-. Kata ganti orang tersebut diletakkan sebelum predikat tanpa imbuhan. 
Contoh :
1. Andi membaca novel di kamar. (Kalimat aktif)
S           P           O           K
Novel dibaca Andi di kamar. (kalimat pasif)
  S          P           O       K
2. Saya menulis cerita di teras rumah. (aktif)
S P O K (kalimat aktif dengan subyek kata ganti orang )
Cerita saya tulis di teras rumah. (pasif)
S O P K (kalimat pasif kata kerja imbuhan di hilangkan)
Saya sudah membeli buku itu. (aktif)
Buku itu sudah kubeli. (pasif)



           Makna Konotatif dan Denotatif
Untuk memahami kata denotasi dan konotasi Anda dapat membaca berbagai wacana pada pembelajaran sebelumnya sebagai bahan untuk menemukan kata denotasi dan konotasi. Dilihat dari maknanya, kata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata bermakna denotasi dan kata bermakna konotasi. Disebut denotasi karena maknanya bersifat umum dan secara langsung menunjukkan makna yang sebenarnya (lugas). Disebut konotasi karena mengandung makna tambahan, kesan, dan nilai rasa yang dinyatakan secara langsung (kias). Konotasi adalah perubahan nilai arti kata disebabkan si pendengar memakai perasaannya untuk mengartikan kata itu, Perhatikan kalimat berikut.
1. Pada hari ulang tahun kakak mendapatkan bunga yang harum.
2. Semua pemuda mengagumi bunga desa yang cantik itu.

Kata bunga pada kalimat nomor 1 mengandung makna denotasi. Adapun kata bunga desa pada kalimat nomor 2 mengandung makna konotasi. Konotasi dapat dibedakan antara konotasi positif dan konotasi negatif. Konotasi positif mengandung nilai rasa lebih tinggi, baik, halus, sopan, dan menenangkan. Konotasi negatif mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, kotor, dan tidak sopan. Contoh kata gugur dan mampus makna denotasinya adalah mati,
namun kata mampus termasuk konotasi negatif sedangkan gugur memiliki konotasi positif.

Perhatikan kalimat berikut.
Cut Nyak Dien gugur ketika berjuang melawan penjajah. Kita mengenal beberapa makna kata, yakni makna leksikal, struktural, dan kontekstual. Makna leksikal adalah makna kata yang sesuai dengan kamus. Makna struktural adalah makna kata yang relevan setelah kata itu ada dalam kalimat. Makna kontekstual adalah makna kata berdasarkan uraian yang lebih luas disertai dengan situasi yang berhubungan dengan tema atau kejadian tertentu. Ketiga jenis makna itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam membentuk makna sebuah wacana.




Contoh Kalimat Konotatif atau Konotasi
Menentukan judul skripsi
itu tidak lah mudah. Banyak faktor yang terkait sehingga hal ini menjadi agak sulit. Namun demikian banyak juga teman-teman yang dengan cepat nya dapat menentukan judul skripsi mereka.
Apa sebenarnya yang menjadi faktor mereka dapat menentukan judul skripsi mereka dengan cepat. Berikut adalah rangkuman hasil obrolan dengan teman-teman tersebut.
Beberapa tips diantaranya adalah:
1. Sesuaikan judul peminatan adan pada bidang tertentu
Dengan menentukan judul skripsi sesuai dengan kesukaan Anda, ini akan menambah daya ketertarikan atau alasan melakukan sesuatu dan bertanggung jawab nantinya terhadap judul skripsi yang anda tentukan dengan mengerjakan karya ilmiah ini
2. Sesuaikan dengan kemampuan
judul skripsi yang berkualitas dengan materi yang berkualitas tidak bisa didaopatkan dari referensi saja. Ini melibatkan Anda dalam menemukan sesuatu yag baru, tidak ditemui sebelumnya diluar karya ilmiah Anda. Yang ada adalah referensi adalah dasar pemahaman materi, bukan hasil temuan yang Anda buat. Kita harus paham bahwa skripsi / tugas akhir bertujuan untuk menemukan hasil temuan baru dari hasil penelitian/karya ilmiah yang dibuat. Bukan hanya mengaplikasikan materi atau referensi yang sudah ada saja. Terasa tidak ada yang spesial jika tidak ada perubahan dari masa-ke masa terhadap karya tulis.
3. Simulasikan hasil judul skripsi sementara dengan kebutuhan masyarakat
Mensimulasikan karya tulis tersebut bisa kita lakukan dengan cara analisa SWOT, 5W+H, AIDA, Questioner, bertanya langsung ke masyarakat dan lainnya yang mendukung pencapaian sebuah informasi tentang kebutuhan masyarakat. Dan pastikan hasil dari penelitian ini mempunyai data yang valid agar Anda bisa berbuat lebih terhadap temuan Anda dengan karya tulis. Skripsi disini tidak harus muluk-muluk, secukupnya saja, perlu diingat bahwa inti penelitian yang Anda buat dalam mensimulasikan adalah kebutuhan masyarakat untuk bahan judul yang Anda buat.
4. Cari referensi yang mendukung skripsi anda
Referensi ini sebenarnya adalah langkah kedua dalam menetukan judul skripsi setelah Anda yakin bahwa judul skripsi yang dibuat telah mantap. Referensi ini dilakukan untuk menunjang karya ilmiah hingga penulisannya. Tidak mungkin kita menulis skripsi hanya hasil temuannya saja tanpa ada dasar materi. Demikian juga judul skripsi yang kita buat mungkin sudah ada yang pakai, kan gak OK kalau judul skripsi sama ketika kita melakukan pencarian di google. Oleh sebab itu lakukan perbandingan dengan melakukan pencarian referensi


5. Sharing dosen, teman, kolega dan lainnya
Dalam sharing ini Anda akan mendapatkan saran dan kritik dalam pengambilan keputusan menentukan judul skripsi. Dengan sharing Anda mengetahui kekurangan, kelemahan, kekuatan dan kelebihan dari judul skripsi yang Anda buat dari sumber lain yang kompeten, dianggap kompeten karena orang-orang yang mejadi sumber sharing adalah orang-orang yang mengetahui materi dalam judul skripsi yang Anda buat dan perilaku diri Anda sendiri
Contoh Kalimat Konotatif atau Konotasi Sebagai berikut :
- Keringatnya membanjir di sekujur tubuhnya
- Anganku melayang, mengenang masa kecilku
- sakit hati cintanya di tolah o




0 komentar:

Poskan Komentar